Behavioral Portfolio Theory (BPT)
Behavioral Portfolio Theory (BPT) adalah teori yang menggabungkan psikologi perilaku dengan teori investasi tradisional. Berbeda dengan teori portofolio klasik, BPT mengakui bahwa investor sering kali dipengaruhi oleh faktor psikologis dan emosional dalam keputusan investasi mereka.
Pemahaman Dasar Behavioral Portfolio Theory
BPT berfokus pada beberapa konsep kunci yang mempengaruhi pengambilan keputusan investasi:
- Tujuan Emosional vs Tujuan Finansial: Investor tidak hanya memikirkan keuntungan finansial tetapi juga tujuan emosional mereka, seperti menghindari kecemasan.
- Mental Accounting: Investor cenderung membagi portofolio mereka ke dalam beberapa kategori berdasarkan tujuan investasi mereka (jangka pendek, jangka panjang, dll.)
- Loss Aversion: Investor lebih takut akan kerugian daripada potensi keuntungan, yang dapat membuat mereka menghindari investasi berisiko tinggi meskipun ada potensi keuntungan tinggi.
Grafik Pie: Distribusi Portofolio Behavioral
Grafik di atas menggambarkan bagaimana seorang investor yang mengikuti BPT dapat membagi portofolio mereka ke dalam tiga kategori berdasarkan tingkat risiko: Risiko Rendah, Risiko Sedang, dan Risiko Tinggi.
Contoh Aset:
- Risiko Rendah: Obligasi Pemerintah, Reksa Dana Pasar Uang, Deposito.
- Risiko Sedang: Saham Blue-Chip, Reksa Dana Campuran, Real Estate.
- Risiko Tinggi: Saham Teknologi, Cryptocurrency (misalnya Bitcoin), Investasi Start-Up.